Selasa, 20 September 2011

Mencegah Penyebaran Virus

Virus adalah sesuatu yang paling dibenci oleh banyak orang. Banyak media penyebaran virus, diantaranya melalui internet, flashdisk atau flashdrive (FD), e-mail, dan lain lain. Dalam hal ini yang akan saya soroti adalah flashdisk.
Banyak orang yang salah dalam menggunakan FD. Dalam artinya FD seharusnya digunakan sebagai data traveller. Tetapi pada praktiknya kebanyakan orang menggunakan FD sebagai data saver. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mewabahnya virus dalam laptop atau komputer kita.
Mengapa? Karena FD kita gunakan sebagai data saver maka apabila ada data penting kita enggan untuk menghapusnya, selain itu ketika melakukan scaning juga akan lama atau berat karena terlalu banyak data yang disimpan. Karena itulah virus dapat segera menyebar ke komputer atau laptop kita karena autorun-nya berjalan.
Coba bandingkan apabila kita menggunakan FD sebagai data traveller, jika ada virus dalam FD maka dapat segera dihapus atau segera mem-format-nya, selain itu ketika ita melakukan scanning maka akan berjalan lancar atau ringan.
Oleh karena itu, usahakanlah menggunakan FD sebagai data traveller untuk mempercepat proses scanning dan memperkecil kemungkinan merasuknya virus ke dalam komputer kita. Selain itu, untuk mencegah penyebaran virus kita juga harus selalu mengaktifkan antivirus kita agar komputer kita selalu terproteksi dengan aman. Lantas, bagaimana cara memilih antivirus yang bagus? Pada dasarnya semua antivirus itu bagus, asalkan selalu di-update. Akan percuma apabila anda mempunyai antivirus kelas dunia yang mahal tetapi tidak pernah di-update, maka dari itu update-lah selalu antivirus kita.

Sabtu, 10 September 2011

Sekilas Tentang Pneumatik dan Kompresor


Pneumatik:
Orang pertama yang menggunakan alat pneumatik adalah orang Yunani bernama KTESIBIOS. Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ‘pneuma’ yang artinya hembusan atau tiupan. Secara philosophi istilah pneuma dapat diartikan sebagai nyawa. Pneumatik berarti mempelajari tentang gerakan angin (udara) yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga dan kecepatan. Pemanfaatan dan pengembangan pneumatik di dunia teknik dan industri baru dimulai sekitar tahun 1950 hingga sekarang.
Penggunaan teknik pneumatik dalam industri di seluruh dunia sebenarnya dimulai hanya ketika industri tersebut membutuhkan otomatisasi dan rasionalisasi rangkaian operasional secara kontinyu untuk mempertingi produktivitas dengan biaya yang lebih murah. Pneumatik dalam perangkat kontrolnya sering dikombinasikan dengan sistem yang lain, seperti: elektrik, elektronik, mekanik, dan hidrolik. Energi yang ditimbulakan oleh udara bertekanan selain mudah didapat dan dibuang juga mudah diangkut dan disimpan. Pengaturan pada sistem pneumatik dilakukan dengan mengatur tekanan udara dan arah aliran udara, yang diatur dengan valve. Pneumatik normanlnya dioperasikan pada tekanan kurang dari 200 psi.
Ciri-ciri dari sistem pneumatik yang dapat dipunyai oleh sistem alat lain adalah:
1.      Sistem pengempaan. Udara disedot dari atmosfer kemudian dikompresi sampai batas tekanan kerja yang diinginkan. Selama terjadi kompresi maka suhunya akan naik.
2.      Pendinginan dan penyimpanan. Udara hasil kempaan yang naik suhunya harus didinginkan dan disimpan dalam keadaan bertekanan sampai ke obyek yang diperlukan.
3.      Ekspansi (pengembangan). Udara diperbolehkan untuk berekspansi dan melakukan kerja ketika diperlukan.
4.      Pembuangan. Udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke atmosfer yaitu harus dibuang.

Kelebihan pneumatik adalah karena udara dapat mengembang dengan begitu kuat dan cepat di ruangan yang sempit dalam waktu relatif singkat. Sifat-sifat udara bertekanan mencolok jika ditinjau dari segi:
1.      Jumlah. Angin ada di setiap kehidupan manusia, jadi dimana-mana selalu trdapat angin dan jumlahnya cukup banyak.
2.      Transport. Angin dapat dan mudah dialirkan lewat pipa-pipa, bahkan pada jarak yang cukup jauh pun tidak akan dapat berkurang dan tidak akan kembali ke sumbernya (kompresornya) walaupun akan terjadi konsekuensi kerugian yaitu pengurangan tekanan (pressure drop).
3.      Penyimpanan. Untuk mendapatkan angin tidak perlu menghidupkan kompresor secar terus menerus karena angin dapat disimpan dalam tangki dan pasti tahan lama, walaupun dapat konsekuensi terjadi pengembunan.
4.      Suhu. Udara terkompresi tidak akan terpengaruh oleh perubahan suhu. Hal ini akan menjamin saat pemakaian, bahkan pada suhu yang rendah sekalipun.
5.      Tahan ledakan. Angin tidak terlalu memberi resiko terhadap letusan (menimbulakn api) kecusali jika tekanan angin sudah besar bahkan sudah melampaui batas aman, dan konstruksi tempat penyimpanan sudah tidak dapat menahannya lagi. Jadi, jelas murah biaya perlindungan melawan bahay letusan.
6.      Kebersihan. Penggunaan angin tidak akan menimbulkan pencemaran udara dan tidak akan membuat kotoran semacam terak pada pipa-pipa saluran yang biasanya dapat menyumbat aliran.
7.      Peralatan. Bentuk dan kontruksi dari komponen untuk mendapatkan dan pemanfaatan angin cukup dibuat sederhana sehingga membuat relatif murah harganya.
8.      Kecepatan. Angin mempunyai kecepatan sangat tinggi untuk pekerjaan-pekerjaan medium. Biasanya angin pada peralatan pneumatik memiliki kecepatan kerja 1m/dtk s/d 2 m/dtk.
9.      Pengaturan. Angin mempunyai fleksibiitas tinggi, dengan kmponen-komponen pneumatik yang telah direkayasa sedemikian rupa akan didapat kecepatan angin dan tenaga yang sesuai tujuan. Semuanya dapat diatur sesuai dengan keinginan sehingga kecepatan dan daya mampu diubah-ubah secara tak terbatas.
10.  Keamanan. Alat-alat pneumatik dan bagian-bagian yang mengoperasikan dapat dipasang suatu pengaman pada batas kemampuan maksimum. Oleh karenanya walaupun kemungkinan terjadi beban lebih maka akan selalu tetap aman.
Udara bertekanan dan peralatan pneumatik tetap memiliki kekurangan, antara lain dari segi:
1.      Persiapan. Penggunaan udara bertekanan memerlukan persiapan yang baik, yaitu cara pengadaan angin yang harus baik, memenuhi syarat untuk mengoperasikan peralatan pneumatik. Kelembaban udara dan debu (kotoran) supaya terjaga betul sehingga komponen-komponen peralatan pneumatik dapat tahan lama.
2.      Tenaga. Ada keterbatasan tenaga dari udara bertekanan, hal ini juga tergabtung dari kecepatan dan tekanan kerja angin itu sendiri. Biasanya angin untuk peralaatn pneumatik mempunyai tekanan kerja 6,102 kg/cm2 (6 Bar atau 600 kPa atau 87 psi). Untuk alat-alat yang membutuhkan tekanan lebih dari itu harus digunakan media lain selain angin.
3.      Kebisingan. Angin yang keluar dari tangki akan menimbulkan suara. Oleh karenanya setiap komponen pneumatik khususnya lubang pembuangan angin diberi peredam suara untuk menghindari dan mengurangi tingkat kebisingan. Nama peredam suara ini dikenal sebagai silencer.
4.      Pembiayaan. Ongkos penyediaan angin dipandang masih sedikit mahal. Apalagi jika harus dituntut syarat-syarat angin yang baik. Namun demikian dapat diimbangi dengan segi yang lain yaitu jika sudah dikaitkan dengan suatu otomatisasi atau otomasi produksi pada pembuatan atau perakitan barang-barang tertentu.
Kompresor:
Untuk menghasilkan udara bertekanan (udara kempaan) diperlukan kompresor yang berfungsi sebagai pemadat udara sampai pada tekanan kerja yang diinginkan. Kompresor adalah alat untuk memompa bahan pendingin (refrigeran) agar tetap bersirkulasi di dalam sistem. Fungsi dari kompresor adalah untuk menaikkan tekanan dari uap refrigeran sehingga tekanan pada kondensor lebih tinggi dari evaporator yang menyebabkan kenaikan temperatur dari refrigeran. Kompresor berfungsi untuk menghisap uap refrigeran yang berasal dari evaporator dan menekannya ke kondenser sehingga tekanan dan temperaturnya akan meningkat ke suatu titik dimana uap akan mengembun pada temperatur media pendinginan.
Jenis kompresor yang ada terdiri dari dua kelompok utama, yaitu:
1.      Kelompok pertama, adalah yang bekerja dengan prinsip pemindahan dimana udara dikompresi (dimampatkan) dan diisikan ke dalam suatu ruangn, kemudian mengurangi atau memperkecil isi ruangan tersebut. Jenis ini disebut kompresor torak (reciprocating piston compressor, rotary piston compressor).
2.      Kelompok kedua, adalah bekerja dengan prinsip aliran udara yaitu dengan cara menyedot udara masuk ke dalam bagian satu sisi dan memampatkannya dengan cara percepatan masa seperti pada prinsip sebuah turbin.
Berdasarkan cara kompresi, ada lima jenis kompresor yang biasa digunakan pada sistem refrigerasi kompresi uap, yaitu:
1.      Kompresor Torak (Recriprocating Compressors)
2.      Kompresor Rotari (Rotary Compressor)
3.      Kompresor Sentrufugal (Sentrifugal Compressor)
4.      Kompresor Srew
5.      Kompresor Scroll
Sedangkan berdasarkan konstruksinya, ada tiga jenis kompresor yang biasa digunakan pada sistem refrigerasi kompresi uap, yaitu:
1.      Kompresor Hermatik
2.      Kompresor Semi Hermatik
3.      Kompresor Open Type



Ada beberapa kategori untuk memilih kompresor sebagai pembangkit udara bertekanan, kriteria itu meliputi:
1.      Penghantaran volume, dimaksudkan untuk mengehtahui jumlah (volume) yang dapat dihantarkan oleh kompresor pada volume per satuan waktu tertentu dan pada tekanan tertentu. Penghantaran volume ditentukan dengan dua car yang berbeda, yaitu:
a.       Penghantaran volume secara teoritis, adalah sama dengan hasil perkalian volume yang ditiup atau disedot pada satu langkah torak kemudian dikalikan dengan jumlah putaran poros engkolnya.
b.      Penghantaran volume secara efektif, dipengaruhi oleh tingkat efisiensi volumetrik. Satu-satunya penghantaran volume ini hanya tersedia untuk menggerakkan dan mengontrol peralatan pneumatik.
2.      Tekanan, dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a.       Tekanan kerja (working pressure), adalah tekanan yang keluar dari kompresor atau tekanan dalam tangki penampung dan tekanan dalam pipa-pipa saluran ke pemakai seperti: silinder pneumatik, bagian kontrol, katup-katup pneumatik, dan sebagainya.
b.      Tekanan operasi (operation pressure), adalah tekanan yang dibutuhkan pada saat posisi operasi atau peralatan pneumatik itu sedang bejalan.pada umumnya tekanan operasi itu hanya sebesar 600 kPa (6 bar atau 87 psi).
Hal-hal yang banyak berhubungan dengan tekanan konstan meliputi:
a.       Kecepatan aliran udara bertekan
b.      Gaya dan tekanan angin yang sedang bekerja pada bagian-bagian kerja alat pneumatik. Bagian-bagian kerja ini disebut working elements.
c.       Waktu urut-urutan dari bagian-bagian kerja tadi.
3.      Penggerak, kebanyakan tenaga penggerak utama dari kompresor udara adalah motor listrik, baik sistem satu phasa (single phase) atau tiga phasa (three phases). Ada kalanya juga digerakkan oleh motor bakar seperti motor diesel dan motor bensin. Kompresor non stasioner akan lebih baik dan lebih menguntungkan apabila memakai penggerak utama dari jenis motor bakar terutama motor diesel.
4.      Pengaturan, agar supaya sesuai antara penghantaran volume dari suatu kompresor dengan perubahan atau fluktuasi volume pemakaian, sangat perlu untuk pengaturan kompresor.  Terdapat bermacam-macam je4nis pengaturan yang tersedia untuk tujuan ini. Pedoman yang dipakai untuk pengaturan ini adalah penghantaran volume yang diatur antara penyesuaian harga batas dari tekanan maksimum dan minimum.
Perbedaan dari jenis-jenis pengaturan meliputi:
a.       Pengaturan tanpa beban, yaitu:
1.      Pengaturan pembuangan (exhaust regulation)
2.      Pengaturan penutup (shut-off regulation)
3.      Pengaturan pemegang katup (grip-arm regulation)
b.      Pengaturan kecepatan rendah, yaitu:
1.      Pengaturan kecepatan (speed regulation)
2.      Pengaturan hambatan penghisapan (suction throttle regulation)
c.       Pengaturan secara hidup-mati (on-off regulation).
5.      Pendinginan, ketika terjadi pemampatan udara dalam kompresor akan timbul panas yang bersifat merugikan, dengan demikian panas itu seharusnya dihilangkan atau paling tidak dikurangi. Sirip-sirip pendinginan pada kompresor yang lebih kecil membuat panas yang timbul dipindahkan secara radiasi. Pada kompresor besar biasanya dilengkapi dengan penambahan kipas angin sebagai penyerap panas. Jika jaringan kompresor dengan tenaga penggerak melebihi 30 KW pendinginan udara jauh mendekati cukup, kemudian dilengkapi dengan sirkulasi air pendingin atau pendinginan dengan air dingin.
6.      Tempat pemasangan, kompresor harus dipasang di ruangan yang dapat memberikan peredam suara, harus memberi ventilasi yang cukup. Udara yang terhisap oleh kompresor harus bebas dari debu dan kotoran serta kelembaban udara sekecil mungkin.
7.      Penampung udara bertekanan (compressed air reciever), berfungsi untuk menstabilkan pemakaian angin. Penampung udara yang dipakai adalah bentuk tangki karena mempunyai sifat dapat memperhalus fluktuasi tekanan. Luas permukaan yang besar dari suatu penampung akan mendinginkan udara dalam tangki.




Rabu, 23 Maret 2011

Las SMAW dan GMAW

LAS SMAW (Shieled Metal Arc Welding) ATAU MMAW (Manual Metal Arc Welding)
Definisi
Pengelasan adalah suatu proses penyambungan dua logam atau lebih menjadi satu sambungan yang tetap dengan menggunakan sumber panas listrik dan bahan tambah.
Prinsif kerja
Pengelasan suatu proses penyambungan logam, di mana logam menjadi satu dengan atau tanpa tekanan. dan dapat di defenisikan sebagai ikatan metalurgi  yang di timbulkan  oleh gaya tarik-menarikantara atom. sebelum ato-atom tersebut membentuk ikatan, permukaan yang akan menjadi satu perlu bebas dari gas yang terserap atau oksida-oksida.
Untuk arus AC (arus bolak-balik) apabila kabel + dan – terbalik tidak masalah tetapi untuk arus DC (arus searah) harus hati-hati tidak boleh terbalik dan ada perbedaan.
Proses las
Pengelasan dengan memanfaatkanbusur listrik yang terjadi antara elektroda dengan benda kerja.Elektroda dipanaskan sampai cair dan diendapkan pada logam yang akan disambung sehingga terbentuk sambungan las. Mula-mula elektroda kontak/bersinggungan dengan logam yang dilas sehingga terjadi aliran arus listrik, kemudian elektroda diangkat sedikit sehingga timbullah busur. Panas pada busur bisa mencapai 5.5000C. Las busur bisa menggunakan arus searah maupun arus bolak-balik. Mesin arus searah dapat mencapai kemampuan arus 1000 amper pada tegangan terbuka antara 40 sampai 95 Volt. Pada waktu pengelasan tegangan menjadi 18 sampai 40 Volt. Ada 2 jenis polaritas yang digunakan yaitu polaritas langsung dan polaritas terbalik. Pada polaritas langsung elektroda berhubungan dengan terminal negatif sedangkan pada polaritas terbalik elektroda berhubungan dengan terminal positif.


Bagian-bagian mesin las SMAW
  1. Lampu sinyal sebagai indilator apakah mesin sudah berfungsi atau tidak.
  2. Tombol pemutar berfungsi untuk menghidupkan mesin las (transformator)
  3. Pengatur arus berfungsi mengatur besarnya kuat arus yang diijinkan.
  4. Kutub + sebagai sumber arus positif atau setrum.
  5. Kutub – sebagai sumber arus negatif atau masa.
  6. Penjepit benda kerja berfungsi untuk menjepit benda kerja yang akan dilas.
  7. Penjepit elektroda berfungsi menjepit elektroda yang digunakan sebagai logam pengisi.
  8. Klem tiga fase berfungsi untuk pengaturan arus jauh dari mesin las.
Ø Keuntungan SMAW
1.     Dapat di pakai dimana saja
2.     Dapat mengelas berbagai macam tipe dari meterial
3.     Set-up yang cepat dan sangat mudah untuk diatur
4.     Dapat dipakai mengelas semua posisi
5.     Elektroda mudah di dapat dalam banyak ukuran dan diameter.
Kerugian SMAW
1. Pengelasan terbatas hanya sampai sepanjang elektroda dan harus melakukan penyambungan
2.     Setiap akan melakukan pengelasan berikutnya slag harus dibersihkan
3.     Tidak dapat digunakan untuk mengelas bahan baja non-ferrous
4.     Mudah terjadi oksidasi akibat perlindungan logam lair hanya busur las dari fluks
5.     Diameter elektroda tergantung dari plat dan posisi pengelasan
Mesin las SMAW
Mesin las yang kita miliki di bengkel fabikasi yaitu namanya mesin las KRJ-180 AC ARC WELDER, dengan nomor spesifikasi No P4972YM16760237. Mesin las tersebut berarus DC (searah) karena pada ujung kabel las terdapat simbol atau tanda kabel, seperti huruf U(arus positif) dan huruf u(arus negatif). Mesin las SMAW yang kita miliki menggunakan elektroda berlapis tebal.
Elektroda berfungsi sebagai logam pengisi pada logam yang dilas sehingga jenis bahan elektroda harus disesuaikan dengan jenis logam yang dilas.


Jenis Elektroda
Elektroda yang digunakan pada pengelasan jenis ini ada 3 macam yaitu : elektroda polos, elektroda fluks dan elektroda berlapis tebal.
1.     Elektroda polos adalah elektroda tanpa diberi lapisan dan penggunaan elektroda jenis ini terbatas antara lain untuk besi tempa dan baja lunak.
2.     Elektroda fluks adalah elektroda yang mempunyai lapisan tipis fluks, dimana fluks ini berguna melarutkan dan mencegah terbentuknya oksida-oksida pada saat pengelasan.
3.     Kawat las berlapis tebal paling banyak digunakan terutama pada proses pengelasan komersil.
Lapisan pada elektroda berlapis tebal mempunyai fungsi :
1.     Membentuk lingkungan pelindung.
2.     Membentuk terak dengan sifat-sifat tertentu untuk melindungi logam cair.
3.     Memungkinkan pengelasan pada posisi diatas kepala dan tegak lurus.
4.     Menstabilisasi busur.
5.     Menambah unsur logam paduan pada logam induk.
6.     Memurnikan logam secara metalurgi.
7.     Mengurangi cipratan logam pengisi.
8.     Meningkatkan efisiensi pengendapan.
9.     Menghilangkan oksida dan ketidakmurnia.
10.                        Mempengaruhi kedalaman penetrasi busur.
11.                        Mempengaruhi bentuk manik.
12.                        Memperlambat kecepatan pendinginan sambungan las.
13.                        Menambah logam las yang berasal dari serbuk logam dalam lapisan pelindung.
14.                        Mesin las yang dimiliki di bengkel berjenis transpormator yang menggunakan arus bolak-balik dengan voltase(tegangan) yang lebih rendah.


Keuntungan dan kerugian Transfomator
Keuntunan
1.     Sangan kokoh
2.     Design sederhana
3.     Murah
Kerugian
1.     Beban berat
2.     Ukuran besar
3.     Hanya untuk AC
4.     Penyetelan yang jauh dengan perlengkapan mekanik yang rumit.

Keuntungan mesin AC - DC
Mesin las AC
mesin las DC
1.     Perlengkapan dan perawatan lebih murah
2.     Kabel masa danelektrida dapar ditukar
3.     Busur nyala kecil sehingga mengurangi timbulnya keropos pada rigi-rigi las
1.     Busur nyala listrik yang dihasilkan stabil
2.     Dapat menggunakan semua jenis elektroda
3.     Dapat digunakan untuk mengelas las tipis


Proses SMAW (Shieled Metal Arc Welding) atau pengelasan busur listrik elektroda terbungkus.
Proses SMAW juga dikenal dengan istilah proses MMAW (Manual Metal Arc Welding). Dalam pengelasan ini, logam induk mengalami pencairan akibat pemanasan dari busur listrik yang timbul antara ujung elektroda dan permukaan benda kerja. Busur listrik yang ada dibangkitkan dari suatu mesin las. Elektroda yang dipakai berupa kawat yang dibungkus oleh pelindung berupa fluks dan karena itu elektroda las kadang-kadang disebut kawat las. Elektroda selama pengelasan akan mengalami pencairan bersama-sama dengan logam induk yang menjadi bagian kampuh las. Dengan adanya pencairan ini maka kampuh las akan terisi oleh logam cair yang berasal dari elektroda dan logam induk.
Untuk dapat mengelas dengan proses SMAW diperlukan baberapa peralatan, seperti mesin las, kabel elektroda dan pemegang elektroda, kabel logam induk dan penjempit logam induk serta elektroda. Peralatan lain yang juga perlu disediakan adalah topeng las (welding mask), sarung tangan dan jas pelindung.

Las GMAW (MIG DAN TIG)
Definisi
Proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat,dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung (inert dan active gas).
Proses GMAW (Gas Metal Arc welding)
Proses pengelasan ini disebut juga dengan MIG (Metal Inert Gas). Proses lain yang serupa dengan MIG adalah MAG (Metal Active Gas). Perbedaannya terletak pada gas pelindung yang digunakan. Pada MIG digunakan gas pelindung berupa gas Inert seperti Argon (Ar) dan Helium (He), sedangkan pada MAG digunakan gas-gas seperti Ar + CO2, Ar + O2 atau CO2. Prinsip dasar dari proses GMAW ini tidak jauh berbeda dengan SMAW, yaitu penyambungan yang diperoleh dari proses pencairan sambungan logam induk dan elektroda yang nantinya membeku membentuk logam las.
Perbedaan lain yang cukup terlihat antara GMAW dan SMAW adalah pada pemakian jenis pelindung logam gas. Pada SMAW pelindung logam las berupa fluks, sedangkan pada GMAW pelindung ini berupa gas. Gas yang dimaksud bisa Inert atau Active. Dengan demikian karena tidak menggunakan fluks, maka hasil pengelasannya tidak terdapat terak.
Proses GMAW ini selain dipakai untuk mengelas baja karbon juga sangat baik dipakai untuk mengelas baja tahan karat atau Stinless Steel serta mengelas
logam-logam lain yang afinitas terhadap Oksigen sangat besar seperti Alumunium (Al) dan Titanium (Ti).

Peralatan GMAW
          Secara umumpelalatan yang dibutuhkan untuk proses pengelasan GMAW adalah
1.     Mesin las (power source)
2.     Elektroda (wirefeeder)
3.     Welding gun/torch
4.     Tabung gas pelindung
5.     Regulator
6.     Gas mixturer.
Kelebihan GMAW
1.     Sangan efisien dan proses pengerjaan yang cepat
2.     Dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan
3.     Tidak menghasilkan sleg atau terak
4.     Membutuhkan kemampuan operator yang baik
Kelemahan GMAW
1.     Sewaktu waktu dapat terjadi burnback
2.     Cacat las porositi sering terjadi
3.     Buser yang tidak setabil
4.     Pada awalannya set-up yang sulit.
LAS GMAW yang kita miliki ada 2 yaitu las mig dengan nama mesin Migmatic 221 dengan nomor mesin 228802 dengan elektroda berbentuk kawat. Pada MIG digunakan gas pelindung berupa gas Inert seperti Argon (Ar) dan Helium (He), dan mesin las TIG dengan jenis elektroda Backum. MAG digunakan gas-gas seperti Ar + CO2, Ar + O2 atau CO2 .Las di bengkel fabikasi las Mig dan Tig  menggunakan sumber arus DC(direct current) dengan reverse polarity untuk menaikkan penetrasi lasan. Metode ini juga digunakan untuk mengelas logam yang reaktif terhadap oksigen. GMAW digunakan untuk mengelas bagian yang tebal, karena slag yang terjadi ketika pengelasan multipass tidak akan terjadi.

LAS TAHANAN ( resistance welding)
          Las tahanan biasa di gunakan pada pengelas pelat-pelat logam yang tipis yang banyak dilakikan di indrusti otomotif. Panas yang digunakan untuk mencairkan logam dibangkitkan oleh tahanan listrik yang terjadi pada elektoda las.

 Las tahanan ada 3 macam:
1.     Spot welding
2.     Las kelim(seam welding)
3.     Las energi panas

1.     Las tahanan yang kita miliki dibengkel Fabikasi adalah mesin berjenis SPOT WELDING, dimana mesin las tersebut hanya bisa menyambungketebalan plat dibawah 3mm. Bahan dasar sebaiknya memiliki ketebalan sama atau dengan perbandingan 3:1. Pambangkitan panas las titik berkerja atas dasar hambatan listrik bahan dasar yang dilas. Bahan harus memiliki tahanan listrik yang lebih besar dari bahan elektroda yang terbuat dari elemen dasar tembaga. Pengelasan dilakukan dengan mengaliri benda kerja dengan arus listrik melalui elektroda, karena terjadi hambatan diantara kedua bahan yang disambung, maka timbulpanas yang dapat melelehkan permukaan bahan dan dengan tekanan akan terjadi sambungan.
2.     Las kelim (seam welding)
Ditinjau dari prinsif  kerjanya, las rol rama dengan las titik, yang berbeda adalah bentuk elektrodanya. Elektroda las rol berbentuk silinder. Las jenis ini banyak digunakan menyambung untuk  benda kerja yang membutuhkan kerapatan, seperti pembuatan tengki bahan bakar, pengeleman makanan, dan lain-lain.
3.     Las energi panas(termal welding)
Energi panas yang digunakan dalam proses las jenis ini adalah proses konveksi dan pembakaran gas atau dari sebab lain. Proses las yang bekerja atas darsar prinsif tersebut adalah las Oxy-acetiline. Las laser, dan las sinar elektron. Las yang paling banya digunakanari jenis ini adalah las gas.